Pesantren Masyarakat merapi-Merbabu (PM3) adalah lembaga swasta (non pemerintah). Dirintis pasca erupsi merapi 2010 oleh abah Fani, kang Puji, ust Salim dan asatidzah lainnya yang berangkat sebagai tim relawan masjid Indonesia dari masjid jogokaryan. Kemudian didirikan secara resmi pada tanggal 22 juni 2011 dengan SK kemenkumham Nomor : AHU-3776.AH.01.04.Tahun 2011

Sebagai pesantren masyarakat, PM3 sejak awal berdiri sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat dalam bidang keagamaan, pendidikan maupun sosial tanpa harus mengesampingkan nilai nilai prinsip dalam Islam, sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan dan mendukung antara pesntren dengan masyarakat setempat.

Seiring berjalannya waktu dan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan dakwah maka dengan izin Alloh PM3 membuka Pusat Pengkaderan Da’I dan Imam Masjid (PPDIM) dimulai pada tahun 2014, kemudian pada tahun 2017 dibuka Pusat Pengkaderan Da’iyah dan Wanita Sholihah (PPDNISA), kemudian Madrasah Al-Qur’an DAkwah dan Wirausaha (MAQDA) pada tahun 2018.

Pendidikan di Pesantren masyarakat merapi merbabu memadukan system pendidikan pesantren salaf (tradisional) dengan pesantren modern yang menekankan pada pembelajaran sekaligus penerapan adab sebelum pembelajaran materi yang lain. Lokasi pesantren yang strategis dengan alam yang masih asri dan masyarakat yang kondusif sangat mendukung untuk terbentuknya pribadi Da’i yang memiliki hafalan Al Qur’an, beraqidah Islam ahlus sunnah wal jamaah, benar ibadahnya dan terpuji akhlaqnya, berkomitmen dalam Dakwah dan siap terjun di masyarakat, mempunyai kemandirian berwirausaha, mampu mengelola masjid dan TPA, berjiwa relawan yang siap menolong orang lain.

Di pesantren masyarakat merapi merbabu, pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan sehari-hari dilaksanakan oleh para asatidzah dengan latar belakang pedidikan dari berbagai pesantren  atau perguruan tinggi dalam dan luar negeri yang sebagian besar tinggal di dalam pesantren sehingga secara penuh mengawasi serta membimbing santri dalam proses pendidikan, pengajaran dan pengasuhan.

Visi, Misi dan Pola Dasar Pendidikan

Visi: Membentuk Da’I dan imam yang hafal/memiliki hafalan Al-Qur’an mandiri, berjiwa relawan, Tangguh dan berakhlaq mulia.

Misi: 

  1. Mendirikan dan mengembangkan pola pendidikan dan pengkaderan da’i yang berbasis pesantren
  2. Menyelenggarakan pendidikan tahfidz Al qur’an
  3. Menyelenggarakan Pendidikan serta Pengajaran Al- Qur’an dan As sunnah
  4. Menyelenggarakan Pendidikan bahasa arab
  5. Mengajarkan ilmu-ilmu dasar Islam yang disadur dari kitab-kitab para Ulama terdahulu
  6. Mendidik para calon Da’i yang aktif mendakwahkan Islam sesuai ajaran para Ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah
  7. Membekali calon Da’I dengan pembelajaran kewirausahaan. 

Pola Dasar Pendidikan

Dalam upaya mencapai tujuan pendidikan, pesantren masyarakat merapi merbabu menetapkan panca jiwa pesantren sebagai acuan dasar untuk menjadi rujukan semua unit pendidikan dalam menyusun kurikulum :
1. Al-Qur’an menjadi jiwa kehidupan
2. Dakwah menjadi jiwa perjuangan
3. Wirausaha menjadi jiwa kemandirian
4. Relawan menjadi jiwa kesetiakawanan
5. Masyarakat menjadi jiwa pengabdian

Moto Pesantren

  1. Ikhlash : Da’i yang berjuang di jalan Alloh tanpa pamrih duniawi.
  2. Cerdik : Dapat menyelesaikan berbagai persoalan ummat dengan efektif dan efisien serta berlandaskan al-Qur’an dan Sunnah,
  3. Tangguh: Berada pada garda terdepan dalam memperjuangkan agama Islam, dan mendahulukan kepentingan bersama dianytara kepentinga-kepentingan individual. Disertai kesabaran, dan tanpa kenal lelah dalam berjuang.

Sepuluh jati diri santri pm3 merupakan arah pembinaan santri yang akan melahirkan sikap hidup yang nyata dalam langkah dan amaliyah sehari-hari :

  1. Beraqidah yang lurus dan beribadah yang benar
  2. Berbakti kepada Alloh, rosululloh dan orang tua
  3. Menjadikan Al Qur’an bagian dari hidupnya
  4. Ikhlash dalam beramal perjuangan
  5. Berbadan yang sehat dan kuat
  6. berjiwa relawan dan ringan dalam menolong
  7. tangguh menjadi pejuang dan pembela islam
  8. cerdik dan berwawasan luas untuk kejayaan islam
  9. selalu siap siaga memenuhi panggilan dakwah
  10. cintai PM3 juga menghormati ustadz dan ustadzah.

Metode pembelajaran

Pembelajaran di pesantren masyarakat merapi merbabu dilaksanakan dengan metode talaqqy, mulazamah, dan halaqoh yang menitikberatkan pada tiga hal : hafalan matan, penguasaan kosakata, dan pemahaman materi. Dimulai dengan mempelajari ilmu-ilmu dasar dan pokok sehingga para santri memiliki dasar ilmiyah yang kuat sebelum mempelajari lebih jauh cabang ilmu tertentu.

Jenjang pendidikan

  1. PPDIM      : Pusat Pengkaderan Da’I dan Imam Masjid, masa pendidikan selama 3 tahun + 1 tahun pengabdian. Untuk rentan usia 17-23 (pasca aliyah).
  2. PPDNISA  : Pusat Pengkaderan Da’iyah dan Wanita Solihah, semisal dengan PPDIM hanya saja program ini untuk putri.
  3. MAQDA   : Madrasah Al-Qur’an Dakwah dan Wirausaha, dengan masa pendidikan 6 tahun + 1 tahun pengabdian. Unit ini untuk usia pasca SD/MI.
  4. TK AL AQSHA

Sumber Daya manusia (SDM)

Untuk membersamai dan mendidik santri yang terdiri dari dua kategori besar yaitu santri yang tinggal di pesantren dan masyarakat sekitar pesantren secara umum maka dibutuhkan sumber daya manusia yang memadai dan tepat guna supaya program program pesantren bisa berjalan dengan maksimal.

Para pengurus pesantren disyaratkan sehat jasmani dan rohani, memiliki latar belakang pendidikan pesantren atau praktisi dakwah.

Pesantren masyarakat merapi merbabu juga melaksanakan upgrading sumber daya manusia dengan cara mengirim kader-kader potensial atau santri berprestasi untuk belajar di lembaga pendidikan lain di dalam maupun di luar negeri dengan biaya dari pesantren yang sepulangnya harus mengajar di pesantren.

Fasilitas Pesantren

Untuk menunjang kegiatan pesantren dan kenyamanan di lingkungan pesantren, maka pesantren masyarakat merapi merbabu dilengkapi beberapa fasilitas sebagai berikut :

Untuk memenuhi serta mendukung berbagai kegiatan, baik untuk kebutuhan belajar mengajar, kehidupan sehari-hari, kegiatan ekstra kurikuler, kenyamanan santri, guru, wali santri serta orang-orang yang tinggal di lingkungan pesantren, maka Pondok Pesantren Darunnajah dilengkapi fasilitas sebagai berikut :

  • Gedung serbaguna/aula Darussalam

Berfungsi sebagai masjid dan pusat kegiatan utama (qiyamul lail, sholat 5 waktu, halaqoh Al Qur’an) santri MAQDA, kuliah umum seluruh santri, atau kegiatan lain yang memungkinkan. Adapun santri PPDIM sholat 5 waktu di masjid windusajan (masjid kampung)

  • Perpustakaan/Gubug baca

Ruang baca yang istimewa dengan pemandangan langsung gunung merapi dan merbabu dilengkapi koleksi kitab-kitab induk berbahasa arab dan Indonesia bantuan dari YBM PLN.

  • Gubug Ngaji

Tempat kegiatan belajar santri PPDIM

  • Kantor / sekretariat pesantren
  • Asrama

Gedung asrama ; yang terdiri dari 2 unit gedung permanen 3 lantai dan 4 lantai dan 1 unit bangunan semi permanen

  • Warung kpi dan teh gunung

Salah satu unit usaha pesantren yang menjadi kantin bagi santri dan tempat singgah musafir/pengguna jalan karena lokasinya tepat di pinggir jalan propinsi.

  • Toko merapi merbabu

Tempat santri belanja kebutuhan dasar mulai dari alat tulis, kitab, pakaian dll.

  • mobil dakwah

dua unit kendaraan roda 4 untuk mendukung kegiatan pesantren.

Program Ekstra Pesantren

  1. PDM          : Praktik Dakwah Masyarakat (santri ditugaskan di masjid-masjid bersama dengan jama’ah dengan program-program kemasyarakatan selama 6 bulan).
  2. PDP/PDH : Program Dakwah Pekanan (santri ditugaskan mendampingi jama’ah dalam bentuk TPA, Majlis Taklim, dan sebagainya dengan rentan waktu pekanan, harian.
  3. Tabligh Akbar Merapi-Merbabu, dilaksanakan setahun 2 kali menjelang Ramadhan dan  Idul Adha.
  4. Bakti Sosial:
    1. Qurban penguatan dakwah
    2. Benah Benah Masjid
    3. Mersih Bersih Masjid
    4. Benah-Benah Rumah
    5. Santunan Yatim, Duafa, dll.
  5. PPEU         : Program Pemberdayaan Ekonomi Ummat ( pemberian pinjaman modal tani tanpa bunga, program ini bekerjasama dengan YBM PLN )
  6. Olahraga : bela diri, renang, memanah, futsal, hicking dll.

Hampir semua program ini melibatkan santri pada jenjang tertentu.

Unit usaha pesantren

Untuk membantu pembiayaan operasional pesantren, maka dibentuklah unit usaha pesantren yang seluruh hasil/keuntungannya adalah untuk membantu biaya operasional pesantren. Diantara unit usaha pesantren yang sudah ada adalah : warung kopi dan teh gunung, PM3 Farm, toko merapi merbabu.