Kerja Bakti Warga di Pm3

Ratusan warga Wndusajan dengan semangat gotong royongnya mengikuti kerja bakti meratakan tanah di belakang Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, tanah yang belum lama dibebaskan ini rencananya digunakan untuk lapangan olah raga sementara bagi mahasantri maupun warga sekitar pesantren, sebelum didirikan bangunan diatasnya. Dikomandani oleh Pak Ripin (ketua takmir masjid Ibnu Mas’ud Windusajan), ratusan warga, khususnya bapak-bapak dan para remaja datang berduyun-duyun dengan membawa cangkul atau senggrong setelah beliau mengumumkan sambatan ini melalui speaker masjid.

Tidak ketinggalan, seluruh asatidzah dan mahasantri turut membaur dengan warga dalam kerja bakti yang dimulai sekitar jam 07.00 ini. ada yang unik dalam kerja bakti meratakan tanah ini, yaitu salah satu peralatan untuk mengeruk dan memindahkan tanah ke tempat yang lebih rendah adalah back hoe bertenaga manusia yang terbuat dari papan kayu sepanjang 1,5 m dengan lebar 40 cm yang di beri gagang untup kemudi, kemudian kedua sisi kanan dan kiri papan tersebut diikat dengan tambang yang panjangnya sekitar 3 m untuk ditarik beberapa orang, agar para penarik ini bisa berjalan seimbang, dibagian depan tambang tersebut dibuat kolong untuk dimasuki bambu yang panjangnya 3,5 m, kemudian para penarik memposisikan bambu tersebut di atas siku dan depan dada mereka, sementara sang sopir yang ada di belakang mereka memberi aba-aba sambil memegang kemudi.

Turut berpartisipasi juga dalam sambatan ini bapak Marpomo, salah satu aktivis masjid Ibnu Mas’ud yang menjadi kepala desa Wonolelo ini, luar biasa…

Mudah-mudahan Alloh Ta’alaa memberi balasan terbaik untuk semua yang ikut mengambil bagian dalam proyek dakwah ini, semoga.